Website Resmi Desa Pangkalan Nyirih
Kisah Dua Mahasiswa UIN Tenggelam di Rupat Utara

Camat: Jarang Yang Berenang di Beting Aceh


RUPAT - Beting Aceh, lokasi tenggelamnya dua mahasiwa UIN Susqa Pekanbaru, jarang dimanfaatkan oleh masyarakat yang berekreasi untuk berenang. Di objek wisata yang indah itu, baik masyarakat tempatan maupun wisatawan  luar, datang ke Beting Aceh, hanya sekedar bermain dan menikmati keindahan pantai yang berpasir putih .

            "Kebanyakan masyarakat bermain di pantai sebelah Barat, karena  memang pantainya landai dan aman untuk  bermain-main,” ujar Camat Rupat Utara, Syafruddin kepada wartawan, Rabu (10/8).

            Namun, sambung mantan Sekretaris Disnaker Bengkalis ini, lokasi yang didatangi mahasiswa  UIN itu adalah yang disebelah Timur dan Utara, dan jarang dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai, karena pantainya curam dan airnya  dalam.

            “ditambah lagi arusnya agak deras. Hanya saja air lautnya memang biru," ujar Syafruddin.

            Tak ada memang larangan resmi yang dibuat pihak kecamatan untuk mendatangi lokasi tersebut. Namun masyarakat tempatan sudah tahu, kalau  Beting Aceh sebelah Timur dan Utara  pantainya curam dan airnya dalam.

            "Waktu para mahasiswa yang lagi KKN itu berekreasi ke Beting Aceh, pihak desa tak mengetahuinya. Mungkin mereka lagi tak ada kegiatan dan pergi bersantai ke pantai. Sayangnya mereka tak memberitahu pihak desa, sehingga tak ada yang memberitahui kondisi lokasi yang mereka datangi. Tapi bagaimana lagilah, ini memang murni kecelakaan," ujarnya.

            Seperti diberitakan sebelumnya sebanyak 14 orang mahasiwa KKN di Rupat Utara pada Selasa (9/8) berekreasi ke Beting Aceh Rupat Utara. Mereka mandi di lokasi wisata yang indah itu. Naas dua orang mahasiwa yakni Sri Winarti (20) mahasiswi asal UIN dengan alamat kecamatan Bagan Batu, Kabupaten Rohin dan Ayut Rumpoko kelahirran 19 Januari 1995 Mahasiswa UIN dengan alamat Pondok Langkasa RT001 RW006 desa Angkasa Kecamatan Petalangan Kabupaten Pelalawan Riau, tenggelam dan tewas karena terbawa arus

            Awalnya Tedi dan Sri Winarti yang berenang terbawa arus gelombang, kemudian Ayut Rumpoko dan temannya yang lain mencoba menyelamatkan Tedi dan Sri Winarti, karena arus gelombang begitu deras hanya Tedi yang bisa diselamatkan," Ungkap Kapolsek Rupat Utara AKP Bustanudin, Selasa (9/8).

            Sementara Ayut Rumpoko yang sedang melakukan upaya penyelamatan terhadap Sri Winarti juga tidak sanggup berenang dan terbawa arus gelombang. "Setelah dinyatakan kedua temannya hanyut, kemudian mahasiswa yang lain langsung mencari bantuan dengan memanggil kapal nelayan disekitar yang sedang mencari ikan. Setelah 30 menit melakukan pencarian, korban Sri Winarti ditemukan terlebih dahulu, kemudian korban Sri Winarti yang masih bisa bernafas langsung dibawa ke Puskesmas namun korban saat itu tidak dapat diselamatkan lagi," papar Kapolsek.

            Setelah mendapatkan informasi tersebut, kata Kapolsek lagi, anggota Pol Air Polsek, TNI AL, Syahbandar Rupat Utara dan masyarakat sekitar melakukan pencarian terhadap Ayut Rumpoko.

            "Sekira pukul 13.30 wib, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Dan korban juga dibawa ke Puskesmas desa Suka Damai untuk dilakukan visum serta proses lebih lanjut," ujarnya. (zul)


Artikel Terkait

0 Komentar

Tulis Komentar